Jumat, 20 Februari 2009

STERILISASI DAN DISINFEKSI

STERILISASI DAN DISINFEKSI

Ada 2 cara yang digunakan untuk pencegahan infeksi yaitu dengan sterilisasi dan disinfeksi.

PENGERTIAN STERILISASI :
pembebasan semua organisme-organisme yang hidup,termasuk bakteri dan sporanya,secara kimia atau secara fisika (sumber : http://akulturunhas.blogspot.com/2008/11/sterilisasi dan disinfeksi.html)
proses mematikan semua organisme termasuk bakteri,spora bakteri,kapang dan virus. (http://permimalang.wordpress.com/category/sterilisasi/)
membunuh semua organisme beserta sporanya serta mencegah organisme tersebut agar tidak kembali hidup. (mikrobiologi dan imunologi : 1992 )

METODE-METODE STERILISASI
A.Metode sterilisasi panas
Penguapan bertekanan tinggi yang menggunakan autoklaf atau pemanasan kering dengan oven.
sterilisasi uap tekanan tinggi :
metode sterilisasi yang efektif untuk mensterilkan instrumen dan alat- alat lain yang digunakan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.(Gruendemann dan Mangun : 2001 )
sterilisasi panas kering (oven ). :
membutuhkan listrik terus-menerus, kurang efektif di daerah terpencil,digunakan pada benda-benda gelas atau logam,karena akan melelehkan bahan lainnya.
B.Sterilisasi dengan cara penguapan
Penguapan adalah sterilan yang efektif karena 2 alasan yaitu :
Pertama,,uap pekat adalah sebuah kendaraan energi termal yang sangat efektif.Kedua,,uap adalah sterilan yang efektif karena lapisan luar mikroorganisme bersifat protektif dan resistan gapat dilemahkan oleh uap,sehingga terjadi koagulasi pada bagian mikroorganisme yang sensitif.
kelebihan : paling efektif,waktu sterilisasi lebih pendek daripada panas kering atau siklus kimia.
kekurangan : membutuhkan sumber panas yang terus-menerus, membutuhkan peralatan yang butuh perawatan serius, bahan plastik tidak tahan suhutinggi.
C.Sterilisasi kimia
Digunakan apabila dengan sterilisasi panas kering atau sterilisasi tekanan tinggi akan merusak objek tersebut atau peralatan tidak tersedia.
kelebihan : larutan glutyaraldehid dan formaldehid tidak begitu mudah dinonaktifkan oleh materi organik, kedua larutan ini digunakan untuk instrumen yang tidak tahan sterilisasi panas ,seperti leparoskop
 kekurangan : glutaraldehid mahal harganya. Formaldehid tidak dapat dicampur dengan clorin karena memproduksi gas berbahaya.



PENYIMPANAN :
Ditempatkan bersebelahan dengan atau dihubungkan ketempat sterilisasi berlangsung, disebuah area yang terpisah dan tertutup dengan akses terbatas yang digunakan untuk menyimpan bahan suplai pasien yang bersih dan steril.

MASA BERLAKU:
Masa berlakunya bahan-bahan (yaitu berapa lama instrumen masih dianggap steril ) setelah sterilisasi berhubungan dengan kejadian.
Oleh karena itu masa berlakunya sterilisasi tergantung pada faktor-faktor berikut ini :
kualitas pembungkus atau wadah.
berapa kali sebuah paket dipegang sebelum digunakan.
berapa banyak orang yang telah memegang paket tersebut.
penggunaan penutup debu plastik dan penyegelan.

Pasteurisasi : suatu proses yang menggunakan panas basah untuk membunuh patogen yang tidak membentuk spora,seperti mycobacterium tuberculosis dan salmonellae atau brucella sp.

DISINFEKSI
dilakukan apabila sterilisasi sudah tidak mungkin dikerjakan ,meliputi : penghancuran dan pemusnahan mikroorganisme patogen yang ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya mikroorganisme tersebut. (mikrobiologi dan imunologi : 1992 ).
tindakan untuk membunuh organisme-organisme patogen (kecuali spora kuman ) yang dilakukan terhadap benda mati. (http://limarwin.blogspot.com/2007/10/mikribiologi_dasar .html )


perebusan atau pengukusan
Menggunakan panas untuk membunuh mikroorganisme.
Kekurangan pengukusan adalah kukusan yang tersedia umumnya kecil, sehingga hanya cukup untuk alat-alat dalam jumlah terbatas.
Beberapa keuntungan dan kekurangan perebusan dan penguapan terhadap disinfeksi tingkat tinggi adalah :
Keuntungan :
murah
mudah diajarkan pada petugas kesehatan.
tidak memerlukan bahan kimia.
sumber panas tersedia dimana-mana.
Kerugian :
waktu pemrosesan harus diatur dengan seksama.
sumber minyak diperlukan.




Disinfeksi tingkat tinggi dengan bahan kimiawi
Pemilihan disinfeksi harus didasarkan pada sifat-sifat benda yang akan didisinfeksi, daerah yang digunakan ( misalnya ; ventilasi yang baik ) dan petugas terampil dalam tindakan ini.
Keuntungan menggunakan disinfeksi tingkat tinggi :
larutan klorin bereaksi cepat, sangat efektif terhadap HIV/AIDS, serta murah dan mudah didapat.
Kerugian utamanya adalah :
larutan klorin >0,5% dapat merusak logam.

Perbedaan antara sterilisasi dengan disinfeksi :
dalam sterilisasi, suatu benda dibebaskan dari suatu mikroorganisme secara kiomiawi atau secara fisika ; sedangkan dalam disinfeksi, infektifitas potensial dari benda/material yang dirusak/dibinasakan dengan menggunakan germicidal agents.

Perbedaan antara disinfektan dengan antiseptik :
dalam disinfektan, efektif terhadap semua jenis mikroba (membunuh semua atau hampir semua mikroorganisme patogenik, tetapi karena toksin terhadap jarungan hidup maka hanya dipergunakan untuk benda-benda mati ; sedangkan antiseptik hanya membunuh organisme patogen.

Antiseptik kimia :
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada disinfeksi kimia :
1.harus ada rongga yang cukup diantara alat-alat yang akan didisinfeksi, sehingga kontak menyeluruh.
2.sebaiknya yang dipakai adalah germisids ( membunuh kuman )
3.waktu disinfeksi harus tepat, tidak boleh terlalu lama atau sebentar.
4.larutan dan pengenceran disinfektan yang dipakai harus tepat.
5.sebaiknya memakai hand lotion sesudah kontak dengan disinfektan.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Ajar : Mikrobiologi dan Parasitologi
Pokok Bahasan : Sterilisasi dan Disinfeksi.
Sasaran : Mahasiswa semester 1
Waktu : 120 menit.
Tempat : Stikes Muhammadiyah Pekajangan.
Pertemuan ke :

A.Tujuan Instruksional Umum.
Setelah menyelesaikan perkuliahan selama 2 x 60 menit mahasiswa mampu memahami tentang sterilisasi dan disinfeksi dengan benar minimal 75 persen.

B.Tujuan Instruksional Khusus.
Setelah menyelesaikan perkuliahan selama 2 x 60 menit mahasiswa dapat :
1.Menyebutkan 2 cara yang digunakan untuk pencegahan infeksi dengan benar.
2.Menjelaskan pengertian sterilisasi dengan benar 75 %
3.Menyebutkan 2 dari 3 metode-metode sterilisasi dengan benar.
4.Menyebutkan sedikitnya 2 kelebihan dan kekurangan dari metode sterilisasi dengan cara penguapan dengan benar.
5.Menyebutkan 3 dari 4 faktor yang menentukan masa berlakunya sterilisasi dengan benar.
6.Menjelaskan pengertian disinfeksi dengan benar 75 %
7.Menyebutkan 3 dari 4 keuntungan perebusan dengan benar.
8.Menjelaskan perbedaan antara sterilisasi dan disinfeksi dengan benar 75 %
9.Menjelaskan perbedaan antara disinfektsn dan antiseptik dengan benar 75 %


C.Metode.
Ceramah, tanya Jawab.

D.Media.
Komputer,LCD.

E.Materi ( terlampir )

F.Sumber Belajar.
1)Linda Tietjen, Deborra Bossemeyer, Noel McIntosch. 2004. Panduan Pencegahan Infeksi. Jakarta : YBS-SP
2)Hare Ronald. 1993. Mikrobiologi dan Imunologi untuk Perawat dan Dokter.Jakarta . YEM
3)Lakare, Chaeruddin. 2008. Sterilisasi dan Disinfeksi. http://Akulturunhas.Blogspot.com/2008/11/sterilisasi dan disinfeksi.html. 16/01/2009
4)Sterilisasi dan Disinfeksi. http://Limarwin.blogspot.com/2007/10/mikrobiologi_Dasar. html. 16/01/2009
5)Sterilisasi Basah dan Disinfektan.http://permimalang.wordpress.com/category/sterilisasi. 16/01/2009
6)Egelkirk,Paul G & Burton, Gwendolyn R.W. 2007. Burton’s Mikrobiologi For The Health science. Philadelpia, USA : Lippincott Williams & wilkins







G.Kegiatan Belajar.

No
Tahap/waktu

Kegiatan Dosen
Kegiatan mahasiswa
1.
Pembukaan
Membuka pertemuan
Menjelaskan tujuan
Memberikan pertanyaan Apersepsi
Memberikan pujian

Memperhatikan
Menjawab pertanyaan
2.




3.
Inti




Penutup
Menjelaskan materi
memberi kesempatan bertanya
Menjawab pertanyaan
Memberikan pertanyaan
Memberikan Pujian
Menyimpulkan materi
Menutup pertemuan
Memperhatikan
Bertanya



Memperhatikan
Bertanya


H.Evaluasi.
Evaluasi proses belajar dilakukan dengan memberikan pertanyaan secara l isan untuk dijawab mahasiswa secara lisan juga.
1.cara apa yang digunakan untuk pencegahan infeksi !
jawab : sterilisasi
Disinfeksi
2.jelaskan pengertian sterilisasi !
Jawab : sterilisasi adalah proses mematikan semua organisme termasuk bakteri,spora bakteri, maupun virus


3.sebutkan metode-metode sterilisasi !
Jawab : sterilisasi panas
sterilisasi dengan cara penguapan
sterilisasi kimia
4.sebutkan kelebihan dan kerugian metode sterilisasi dengan
cara penguapan !
Jawab : kelebihan : paling efektif
waktu lebih pendek
kekurangan : butuh sumber panas yang terus-menerus
bahan plastik tidak tahan suhu tinggi
5.sebutkan faktor yang menentukan masa berlakunya sterilisasi !
Jawab : kualitas pembungkus/wadah
berapa kali sebuah paket dipegang sebelum digunakan
berapa banyak orang yang memegang paket tersebut

6.jelaskan pengertian disinfeksi !
Jawab : disinfeksi adalah tindakan untuk membunuh organisme patogen
Yang dilakukan terhadap benda mati.
7.sebutkan keuntungan dari perebusan !
Jawab : murah
mudah diajarkan
tidak memerlukan bahan kimiawi
8.jelaskan perbedaan antara sterilisasi dengan disinfeksi !
Jawab : dalam sterilisasi ,suatu benda dibebaskan dari semua organisme secara kimiawi atau fisika ; sedangkan dalam disinfeksi, infektivitas potensial dari benda/material yang dirusak dengan menggunakan germicidal agents.
9.jelaskan perbedaan antara disinfektan dengan antiseptik !
Jawab : disinfektsn efektif terhadap semua jenis mikroba ; sedangkan antiseptik hanya membunuh organisme patogen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar